banner 468x60
- Advertisement -Newspaper WordPress Theme

Beli Barang Bekas? Tren!

Karya tulis: Heavendo Mahaputra Senopathy, Sandrica Marito Danielle, Yeremia Haganta Kaban – SMA Kolese Gonzaga

Bener Banget! Belakangan ini kegiatan Thrifting merupakan tren terutama di kalangan remaja yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dalam bidang sandang. Istilah Thrifting sendiri pasti udah nggak asing lagi dong di telinga kalian! Dalam tren ini tidak jarang orang menemukan pakaian bekas dengan merek ternama dan masih sangat layak pakai, namun dengan harga yang cukup miring. Semula yang digunakan untuk sekedar menghemat biaya kini berubah menjadi sebuah gaya hidup baru. Nah, seiring berjalannya waktu mayoritas masyarakat kini memandang banyak sisi positif dari kegiatan Thrifting, salah satunya digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas gaya hidup.
Thrifting sendiri secara pengertian adalah sebuah kegiatan membeli barang bekas terutama pakaian dengan tujuan membantu mengurangi pencemaran lingkungan yang dihasilkan oleh kegiatan fast fashion serta dapat membantu untuk berhemat membeli pakaian baru. Menurut kamus Merriam Webster, thrift shop atau thrift store adalah toko yang menjual barang bekas terutama pakaian dan biasanya bertujuan untuk amal. Jenis toko ini bergantung pada sumbangan dari orang-orang sekitar. Thrifting atau belanja barang bekas, oleh Fleura Bardhi didefinisikan dalam artikel Thrill of the Hunt: Thrift Shopping for Pleasure adalah suatu kegiatan belanja yang dilakukan di tempat bekas, seperti thrift shop. Thrift berarti penghematan dalam Bahasa Indonesia

banner 336x280

Kegiatan thrifting populer dalam penjualan barang bekas berkualitas, ada banyak jenis macam thrifting seperti dalam elektronik, literasi dan lain-lain, namun yang paling utama adalah produk fashion. Uniknya barang bekas ini menarik para konsumen karena fisiknya yang tidak pasaran. Mungkin bagi kalangan masyarakat tertentu, thrifting dapat dianggap sebagai jalan alternatif untuk menemukan barang bermerek dalam harga miring dan bagi kalangan sebagiannya thrifting dianggap sebagai cara untuk berbelanja barang-barang yang tidak umum.
Industri tekstil dan garmen, khususnya fast fashion merupakan salah satu penyumbang terjadinya pencemaran lingkungan, antara lain pencemaran air, penggunaan bahan kimia berbahaya, serta meningkatnya jumlah limbah tekstil. Sehingga Thrifting dapat dikatakan sebagai budaya populer yang masuk ke dalam kalangan remaja yang disukai oleh banyak orang dari hasil kebiasaan dan adat istiadat yang berkembang di masyarakat dengan bentuk pembelian barang bekas demi membantu mengurangi pencemaran lingkungan serta kehematan ekonomis.
Nah, sekarang kita masuk mode serius dulu nih, gimana ya thrifting bisa disebut sebagai suatu tren? Berikut kajian teori dan eksplanasi nya. Yuk kita simak bareng-bareng! Budaya Populer, Perubahan Sosial, Struktur kelas sosial, dan Globalisasi akan menjadi hal yang familiar di telinga kalian dalam artikel ini.

banner 336x280
Berbagi untuk Rakyat Palestina Klik Gambar dibawah iniPalestina
- Advertisement -Newspaper WordPress Theme

Berita Terbaru

Berita Nasional

[td_block_big_grid_fl_3]

Berita Banyuwangi

- Advertisement -Newspaper WordPress Theme