Gaya HidupKuliner

Kue Sus: Temuan Koki Ratu Catherine de Medici yang Aslinya Tanpa Isi

Merdeka.com – Kue sus begitu terkenal di kalangan banyak pecinta kuliner, terutama pastry. Tekstur luarnya yang renyah, melebur jadi manis nikmat saat isiannya mulai ikut terkunyah di mulut. Saking populernya, kue ini pun mudah dijumpai di mana-mana.

Uniknya, di balik kelezatan kue sus, ternyata tersimpan sejarah panjang yang mengiringinya. Biar tak sekadar tahu rasanya, yuk perkaya wawasan dengan beberapa informasi menarik seputar kue sus berikut ini.

Temuan Koki Pribadi Ratu Catherine de Medici

Banyak informasi sejarah yang menyebutkan jika kue sus pertama kali ditemukan oleh koki pribadi Catherine de Medici pada tahun 1500-an. Catherine merupakan ratu Prancis yang berkuasa dari tahun 1547 sampai 1559.

Ia merupakan istri Raja Henry II dan ibu dari Raja Prancis Francis II, Charles IX dan Henry III. Di awal penemuannya, pastry ini pun jadi hidangan mewah yang terbatas untuk ratu dan kalangan istana saja.

Aslinya Tanpa Isian

Saat awal-awal ditemukan, kue sus ini tak seperti sekarang ini yang hadir dengan beragam isian. Koki Ratu Catherine kala itu baru menemukan kue susnya saja, dan belum terpikir untuk menambahkan isian di dalamnya.

Di masa itu, kue sus dibuat dari tepung, susu, mentega dan telur. Adonannya memang serupa dengan kue kebanyakan. Namun, yang bikin kue ini spesial dan jadi temuan terbaru, karena sang koki bisa membuat bagian tengah kue ini kosong atau berongga.

Isian Kue Sus Baru Ditemukan 200 Tahun Kemudian

Di luar dugaan, butuh waktu lama buat para koki kue kala itu untuk kepikiran memberikan isian di dalam kue sus yang berongga. Ide itu pun baru muncul 200 tahun kemudian. Kue sus yang tadinya dibiarkan kosong bagian tengahnya, perlahan mulai dimodifikasi dengan menambahkan beragam isian, seperti es krim. Kelezatannya pun makin terasa, karena disajikan dengan saus cokelat.

Jadi Makanan Tradisional Prancis

Sejak saat itu, kue sus makin terkenal dan tak hanya jadi hidangan mewah kalangan istana maupun bangsawan. Setelah era kerajaan berakhir, kue sus yang dikenal sebagai choux pastry di Prancis makin populer hingga ke negara-negara lain di Eropa.

Meski begitu, kue sus tetap dianggap sebagai kue tradisional oleh masyarakat Prancis, karena usianya yang sangat tua. Kue ini pun kerap disajikan di acara pernikahan. Bahkan, di pesta-pesta mewah yang dilangsungkan di Prancis, kue sus disusun menyerupai piramida dengan tambahan gula halus dan karamel atau disebut sebagai croquembouche.

Itulah beberapa informasi menarik seputar kue sus yang ternyata sudah ditemukan berabad-abad lamanya. Dengan memahami sejarahnya, kini makan kue sus pun jadi terasa berbeda sensasinya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button